Minggu, 30 Oktober 2011

Hujan sampaikan salamku padanya


Malam ini terasa lebih hening, hanya suara kipas pendingin laptop yang terdengar. Entah karena hawa dingin bekas hujan tadi sore yang menyelinap ke kamar ini dari sela sela lubang ventilasi. Aku selalu tertarik dengan aroma tanah yang tersiram air hujan. Terlalu banyak memori yang tersimpan di dalamnya. Entah sudah berapa puluh kali umur ini ku habiskan melewati musim hujan. Dan aroma tanah basah malam ini semuanya begitu jelas. Tiap tetesan nya mengirimkan potongan potongan kecil ingatan masa lalu. Terlintas dalam pikiran ini sosok aku kecil berlari bersama teman teman kecilku dalam hujan, kita masih amatlah muda, berlari dalam balutan tanah lumpur mengejar perginya air hujan.

Perlahan ku perhatikan teman kecil ku satu persatu dalam lari kecil mereka. Canda tawa dalam kepolosan. Entah kemana mereka sekarang. Wajah mereka memudar. Kehidupan hanya menjadikan mereka pelengkap tawa masa kecilku.Ya Tuhan, Aku merindukan wajah wajah itu dan kampung halamanku, Dan aku merasa kehilangan mereka sekarang,

 Kini, aroma basah hujan hadir begitu jelas, sejelas lintasan bayang wajah bapak dan ibuku dalam kegelapan kamarku dan dalam alunan musik ini (alunan musik dari Ebied G a.d). Sejenak aku alihkan pandanganku dari layar laptop. Aku melihat nya, ya aku melihat foto itu. Aku merindukan wajah itu. Wajah yang sering aku kecewakan. Dan aku merasa kehilangan sekarang
Aku tahu aku akan selalu menangis membayangkan ke2nya, ku alihkan pandangan ini ke tempat tidurku. Hal ini sering aku lakukan mencoba mengingat2 kembali masa2 kecilku dgn ke2 org tuaku di kampung halamanku hanya karena ingin meredam hatiku sekarang yg lagi merasa hampa apakah ini sebuah keegoisan di dalam diriku,entahlah.

Wajah2 lelah itu pula yang dulu menyembuhkan aku akan rasa sakit yang berkepanjangan, dan wajah yang mengingatkanku bahwa aku seharusnya bersyukur dihadirkan makna baru sebuah ketulusan, sebuah rasa yang lama aku tak pernah temukan. Maafkan aku Bapak,Ibu. Dan aku tak ingin merasa kehilangan sekarang.Dari bau tanah terkena basah hujan ini pula aku tahu rasanya sebuah kehilangan.

Hmmmmh.. segarnya tanah hujan kembali memasuki kamar ini, aroma yang dulu sering membuat ku berlari keluar rumah bersama teman teman kecilku mengejar hujan, aroma yang dulu sering membuatku menangis melihat Ibu dan Bapakku. Dan kini, aroma ini, lagu ini, mengingatkanku akan seseorang yang sangat aku sayangi, tapi oleh hal yang di luar batas kemampuanku, kami tak mungkin bersama, ntahlah..hanya aku dan bulan lah yang tau,,

Ya Tuhan, terimakasih kau telah mengingatkanku dalam cara yang sederhana. Sebuah pelajaran tentang kehilangan. Waktu adalah sebuah buku dimana aku menempelkan sebuah kisah. Dan tempelan itu amatlah mudah lepas dan isinya memudar. Dan Engkau hanya menghadirkan setitik rasa, aroma tanah yang terkena hujan dan semua tempelan itu kembali terbaca.

nb:nie tulisan sy lupa ntah nemu dimana, tapi sdh ada di laptop sejak lama yang selalu saya baca kalo lagi hujan. ntahlah

125 komentar:

  1. saya juga suka bau tanah yang tersiram hujan, mengingatkan akan kampung halaman

    BalasHapus
  2. @ria : wah sama ya berarti kita,,trims kalau begitu:)

    BalasHapus
  3. Hihi aku juga suka bau tanah pas hujan~
    Lagi kangen sama orang tua ya om?

    BalasHapus
  4. @sitti: oh ya mumpung muncul,,buat mbak una,,blognya sejak di ganti domain , gak bisa muncul loh mbak di blog saya dah tu gk bisa di buka ada pesan singkat begini

    Our systems have detected unusual traffic from your computer network. Please try your request again later. Why did this happen?


    IP address: 222.124.3.13
    Time: 2011-10-30T16:06:46Z
    URL: http://www.sittirasuna.com/

    entah apa maksudnya sy tdk tau

    BalasHapus
  5. Galau

    Galau


    Galau



    Aku ada temennya galau.
    Asyik, asyik....

    BalasHapus
  6. Hmm...... angin yang membawa rasa sejuta karsa yang teralun dalam sejuta makna.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  7. suasana yg membuat kerinduan hati :D

    BalasHapus
  8. @arif: kala lg hujan y begini ni sob:)

    @ejawantah: sejuta kerinduan juga mas:)

    @tirta: suasana dinginnya malam akan sisa2 hujan membuat kerinduana akan sesuatu nih sob:)

    BalasHapus
  9. Aku suka melihat hujan yg turun...
    Bersenyawa dengan butir-butir hujan yang turun renyai.
    Membentuk tirai air yang jatuh halus.
    Bagai benang perak dijatuhkan para Dewa dari langit

    BalasHapus
  10. @kinanthi:Bagai benang perak dijatuhkan para Dewa dari langit <---bagus bener y berarti,:)

    BalasHapus
  11. saya ikut mencium aroma air hujan dari sini. sy love sekali hujan

    BalasHapus
  12. hujan oh hujan, membawa laksa rasa tanpa kata.
    Membiaskan sejuta kisah dan membangkitkan cerita yang terlipat rapi pada labirin hati:)

    BalasHapus
  13. @rusydi: semua kehidupan butuh hujan y mas,,hehe

    @kinanthi: di respost yg lalu gk kebaca org2 , lagia lo ada ide,,hehe.lagian disini baru hujan,,hujan juga menyejukkan hati

    BalasHapus
  14. hujan datang tanda kehidupan baru telah dimulai

    BalasHapus
  15. @kripikbuah: begitulah sob,, hujan sllau membawa kehidupan,,:)

    BalasHapus
  16. kalo hujan paling enak menikmati sup panas...mau?

    BalasHapus
  17. Suasana yang sangat saya sukai. Hujan rintik2, bau tanah dan air, dengan sebuah laptop, sedikit cemilan dan secangkir minuman hangat.

    Selamat pagi sobat :)

    BalasHapus
  18. @hilsya: mau kirim kemari ya:)

    @ervina: sama kalau begitu, trims ya

    @kevin: wah bener sobat ,,setuju banget

    BalasHapus
  19. Subhanallah, saya kok jadi nangis ya mas baca tulisan ini. nggak tau kenapa. mungkin karena saya merasa betapa bapak/ibu saya amat sayang pada saya, tapi saya sering mengecewakan mereka. :)

    btw, mas kahfi emangnya asli mana?

    BalasHapus
  20. saya kalau cium bau tanah yang tersiram air hujan bawaannya mau ngorok :p

    BalasHapus
  21. @annisa:saya lahir dan besar di medan mbak, sekarang sdh hampir 6 tahun sy merantau di kota lain..kalau ketemu dgn ortu biasanya sy ketemunya di jogja karena di situ ada keluarga besar dari bapak saya kalau ibu saya org medan

    @sheno:heeh karena dinginnya y sob,,:)

    BalasHapus
  22. merindukan hujan,enaknya selimutan hehehe

    BalasHapus
  23. @lidya: di kota mbak lidya tinggal sdh hujan juga kan:)

    BalasHapus
  24. Curhatpun msh membahas tentang lingkungan ckckck bener2 dah

    BalasHapus
  25. Di tempatku malahan belum terjamah hujan

    BalasHapus
  26. Aroma tanah yang tersiram air hujan banyak membawa memori lama yang begitu bebas lepas hadir dalam ingatan, sehingga membuat pikiran dan hati refresh :)
    Selamat menikmati di hujan berikutnya :D

    BalasHapus
  27. @tarry: iya mbak hujan, kalo inget hujan sering teringat yg kesedihan nih:)

    @joe: loh mas daerahny amana nih,, kok ketinggalan hujan

    @anny: trims sobat,, sedikit fress dan dingin oleh hujan yg menghidupkan kehidupan

    BalasHapus
  28. hujan = dingin ... :D

    btw follback sukses sob ... :)

    BalasHapus
  29. @shinobi: trims sobat follownya

    BalasHapus
  30. Followsuksesmas broooo ,.,makasih

    BalasHapus
  31. @firdaus:trims sobat follownya

    BalasHapus
  32. aroma tanah yg tersiram hujan emang enak dan bikin hati jadi suka mellow ya

    BalasHapus
  33. @sang cerpenis: iya mbak,,mungkin karena suasananya dingin dan nyaman, jd sering memikirkan akan hal2 yg silam

    BalasHapus
  34. jadi terharu membacanya
    sungguh kisah yang mampu menarikku kembali ke masa kecil
    trimakasih sahabat.,..kenangan adalah catatan terindah dalam hidup

    salam sahabat kerajaan

    BalasHapus
  35. Nay juga suka hujan, jadi inget sama AMEL maen ujan2an di sekolah (SMA) jadi gak boleh ikut pelakaran komputer deh...hehe (curhat) :p

    BalasHapus
  36. @ayano:sama trims ya,,kerajaan air mata nih kan,,:)

    @naya: naya kliatan nakal masa kecilnya,,hehe,, btw jgn lupa y nay ntr di ceritain, tuh yg gk seberapa,, skalian ada link abng di situ,, :)

    BalasHapus
  37. rasa kehilangan memang sering nongol kalo lagi sendiri
    makanya jangan suka menyendiri deh...

    #eh om, errornya tuh di browser atau ada pop up sistem
    atau jangan-jangan pake antivirus esset nod ya..?

    BalasHapus
  38. @rawins: errornya di browser mas,,saya pake antivirus norton, tapi nih sejak td malam donload antivir,,kok bisa sy heran juga ternyata laptop sy kali yg gak nerima ..karena semua blog yg berubah domain pd gak bisa di buka,,tapi kalo buka blog biasa bisa,, heran juga

    BalasHapus
  39. sekarang musim hujan hampir tiap hari inyong kehujanan baik berangkat atau pulang kerja

    BalasHapus
  40. @cerita tugu: walau begitu hujan membawa berkah ya kan pak guru,, :)

    BalasHapus
  41. hanya ingin mengikuti postingan agan .
    salam kenal yya
    http://www.hajarabis.com

    BalasHapus
  42. Dear.

    akhirnya bisa ngeblog dan ngomen2 lagi.... waahhh pemilihan ayat-ayat uang digunakan sangat puiits sekali yacchh...... begitu detail dalam setiap intuisi yang di lahirkan....


    regards.
    ... Ayah Double Zee ...

    BalasHapus
  43. @hajarabis: ok sobat trims ya:)

    @zulpadhli: kemana saja sobat, selama ini,,hehe lg byk aktivitas kah,,trims ya kunjungannya:)

    BalasHapus
  44. Hmmm, aku suka juga aroma tanah basah dan aku sangat merindukannya sejak lama. Alhamdulillah, 2 hari terakhir ini kerinduanku terbayar :)

    BalasHapus
  45. Anak2 selalu suka bermain hujan ya? Aku senang melihat mereka yg tertawa lepas saat menari bersama rinai hujan.

    BalasHapus
  46. Hujan.buatku adalah fenomena alam paling romantis..
    ya karena jatuhannya bisa mengingatkan aku pada semua kenangan ^___^

    BalasHapus
  47. yg tau bukan bulan kayanya ya tapi matahari yg tertutup awan dan air hujan yg menjadi saksi ketika masa kecil itu bau tanah...

    BalasHapus
  48. @catatan kecil:ohh sdh hujan juga y mbak di kotanya

    @the others: pastinya mbak anak2 suka bgt dgn hujan

    @ar rrian: bener sob romantis abis ya kan,, :)

    @baha: bukan bulan kayanya<--- maksidnya gimana sob,, hehe ora maksud

    BalasHapus
  49. suara hujan, baut tanah yang basah, dan udara dingin yang menyelinap masuk ke dalam akamar.... waktu yg enak untuk tidur dibawah selimut tebal :D :D

    BalasHapus
  50. hikz...hikz...melow bener keluh kesahnya kak,jadi mendadak kangen...

    BalasHapus
  51. hujan sangat banyak maknanya,, kalau hujan saya selalu teringat sama kampung ku dulu sob,, hehhehe,, rindu akan suasananya yg asri ketika sudah hujan,, hiks

    BalasHapus
  52. @miss u: ya bener jug ambak apalagi kalo malem,, nyenyak benr:)

    @atma: sama mbak sy jug ag kangenn:)

    @rama88: wah 2 kampungny a dimana nih sobat

    BalasHapus
  53. Teringat kala waktu kecil sahabat

    BalasHapus
  54. @ibnusiswoyo: wah sama2 y sobat:)

    BalasHapus
  55. Ini karena terinspirasi dari tulisan di blogku juga gak ya?
    Lagu Ebiet G Ade - Titip rindu buat ayah memang mengharukan.

    BalasHapus
  56. @21inch: hehe,iya mas sedikit ada,, apalagi td malam hujan di tempat saya,, jd makin kangen dgn ortu,,:)

    BalasHapus
  57. Sebentar lagi musim hujan nih..jadi kepengin cepat-cepat hujan aja.Panas sekali soalnya di semarang sob

    BalasHapus
  58. @cardiacku: loh semarang lom hujan y sob,, disini malah dingin nih hujan seharian

    BalasHapus
  59. tangerang dah 2 hari ini hujan mulu.. met kenal sob... tinjauanya ke blog ane, di tunggu..

    BalasHapus
  60. salam rindu lewat hujan, segar dalam ingatan, saat meggembirakan bersama orang2 tersayang, memang biasa terundang saat hujan menimbulkan aroma tanah basah hik2 .....

    BalasHapus
  61. @arifin: trims sobat,, ok akan TKP

    @anisayu: aroma tanah basah yg menimbulkan kerinduan akan masa kecil:)

    BalasHapus
  62. Merindukan hujan karena musim kemarau yang lumayan panjang tahun ini kawan

    BalasHapus
  63. waw kata katanya mantap wkkwkww

    beberapa hari yang lalu mas ke blogger nusantara???

    BalasHapus
  64. Hujan mengingatkanku saat ma dia wkkaak

    BalasHapus
  65. hujaaann.. saia juga suka hujaaann..hahaha...

    salam,
    Stylish Generation

    BalasHapus
  66. @blog-nailah: bisa juga sobat krn sdh lama nih kemarau,, :)

    @cinta indonesia: maaf sob sy tdk bisa hadir berkunjung ke blogger nusantara,,:) padahal pengen sih tp pekerjaan yg tdk bs sy tinggalkan

    @I Gede: ya saya jug abegitu sob , seperti di kata2 terakhir saya,, rindu dg org yg say asayangi:)

    @punya tia:saya juga,,hehe trims y tia

    BalasHapus
  67. Mudah2an hari ini udah ga hujan ya mas.....
    paragraf demi paragraf mu tentang rinai hujan dan aroma tanah basah itu membangkitkan ingatan akan kampung halaman, saat saya dan ayahanda sering duduk di tangga rumah panggung kami dulu, menyaksikan rintik hujan membasahi bumi...

    BalasHapus
  68. @alaika: wah ternyata sama juga y mbak merasa kangen,,dgn ayahanda:)

    BalasHapus
  69. hahaaa... hujan..hujan... banjir..banjirr...

    BalasHapus
  70. @adeline: loh kok ngarep banjir mbak

    BalasHapus
  71. Musim penghujan telah tiba sahabatku...salah satu anugerah Dari Allah adalah diturunkan hujan ini

    BalasHapus
  72. @webmdmk: benr sobat hujan anugrah tuk melanjutkan kehidupan selanjutnya

    BalasHapus
  73. Yah kalo hujannya rintik2 enak banget suasananya, tapi kalo lagi deras ditambah kilat dan petir, suasana jadi menegangkan :D apalagi kalo malam2 ya pak :) horror banget :D

    BalasHapus
  74. @basithka: hehe kalo itu namanya badai mas,,

    BalasHapus
  75. Judulnya mirip sebuah lagu ya (~_~

    BalasHapus
  76. wah, jadi agak mellow nih. hehe
    saya sebenarnya kurang minat baca cerpen atau novel yg bacaannya banyak seperti ini sih. :p

    blog sudah di follow. saya tunggu follow balik untuk blog saya yaa. :)

    BalasHapus
  77. @kak rin: ya itu juga dari inspirasi lagu sobat,,

    @panduan: trims follownya,, ok akan TKP

    BalasHapus
  78. jadi ini tulisan sudah lama ya. tapi baru tertemukan dan dipublish. :D

    BalasHapus
  79. @yus yulianto: iya sob,,awalnya nih publish di FB, waktu lom punya blog,, blog ini masih 8 bulan umurnya

    BalasHapus
  80. kalau menurut pengalamanku selama ini sih kipas laptop cenderung useless mas. jadi ngurangi panasnya ngga terlalu bisa
    aku makenya kipas angis biasa yang dihadapin ke tempat laptop ngeluarin hawa panasnya... dingin terus deh
    coba aja :D
    *hehe gak nyambung sama inti posting ya... biarin lah

    BalasHapus
  81. Tulisn ini bukn lgi skdar artikel atau clotehan biasa
    mlainkn bhs hti yg trgores dgn mnisnya..
    nice..

    BalasHapus
  82. @ninda: oh iyakah mbak,,masukan juga kok mbak,,trus ntar pantulan anginya gk nyebabkan masuk angin kah mbak,, :) ato mungkin pake kipas angin yg kecilan aja kali ya

    @kiowa: trims kunjungannya y mbak:)

    BalasHapus
  83. kebanyakan banyak gak suka akan hujan,dan akan menggerutu jk hujan kecuali petani.dan ojek payung .

    BalasHapus
  84. @bopfive: loh sob, bukannya habis musim kemarau lg butuh hujan yg byk2 nih skrg, hehe

    BalasHapus
  85. nemu lagi salah satu efek dari hujan ... Galau. :D

    salut sama tulisannya Bang

    BalasHapus
  86. @yan: trims yan sdh berkunjung malam2 begini:)

    BalasHapus
  87. wah hujan memang mengingatkan kita pada sesuatu..
    jadi inget lagunya utopia yang judulnya hujan..
    mas al kahfi tahu gak?

    BalasHapus
  88. @soca: wah saya gk begitu tahu,, ntr di cari2 ,, jd penasaran..:)

    BalasHapus
  89. ceritanya galau di kala hujan yah mas? :p

    BalasHapus
  90. Pertama bacanya judul langsung inget sama sebuah judul lagu kalau saya kagak salah,hehehe
    Kalau lagi galau,bingung,pusing pasti semua yang ada dipikirkan kita kagak karuan dah,yang penting cie tetap positif thinking aja

    BalasHapus
  91. @sentuhan: sensasional kembali sobat

    @nuellubis: iya sob, hujan yg galau nih:)

    @andy:ini hanya menumpahkan kegalauan di hati sobat,,kalo di simpan2 ntr meledak,,hehe :)

    BalasHapus
  92. Eh tapi dulu waktu saya masih kecil tiap abis ujan tuh pasti ada laron2 yang berterbangan, dan rasanya saya jadi pengen terbang sampe kebulan buat nanyain apa yang sebenernya terjadi pada si Penulis itu.. :p

    BalasHapus
  93. @edi: hehe keren banget ngomentarnya mas,,jd mo terbang ke bulan juga nih:)

    BalasHapus
  94. hujan bilang, oke ntar aku sampaikan. hehehe

    BalasHapus
  95. wew ! memang dari dulu ya mas kahfi jago nulis??

    pasti masih ada tulisan yang dulu lagi nih yang belum ke publish pasti bagus dah :D

    BalasHapus
  96. Saya juga suka denag aroma tanah waktu hujan, hati jadi adem, nikmat untuk semua makhluk semakin Luas .Trims mas kahfi jadi harus meningkatkan rasa syukur

    BalasHapus
  97. @sang cerpenis: sdh nyampai mbak salamnya,,:)

    @bayu: hehe,, trims sob,, tulisan2 yg lain ada di catatan FB mas,,kadang kalo yg melow gak pd publisnya

    @bisnis: trims kembali ya mas,,smoga makin adem sj pikiran2 kita,,dgn adanyA HUJAN

    BalasHapus
  98. Heemmm...Asyik bacanya!
    Saya lebih suka gerimis mas,..

    BalasHapus
  99. singkat padat dan bermakna :)
    hhe tulisannya mulai mendayu-dayu nih :)
    love it bang kahfi.

    BalasHapus
  100. jadi ingat sama lagunya Utopia
    "aku selalu bahagia, bila hujan turun"
    lanjutannya lupa. hehe
    salam kenal, mas.

    BalasHapus
  101. @kopiah putih: apalagi gerimis mengundang sob:)

    @uchank: sesekali boleh melow kan sob:)

    @catatanya sulung: salam kenal kembali sobat:)

    BalasHapus
  102. Sungguh habis baca mengingatkan q pada bapak ibu q d kampung halaman...
    Thanks ,Good artikelnya...
    Happy Blogging

    BalasHapus
  103. sekarang ketika gak hujan panasnya ampun deh, katanya dampak global warming itu hujan memdinginkan suasana

    BalasHapus
  104. aroma tanah terasa lembab saat hujan :) hhhmmmm segarrrrrr :D

    BalasHapus
  105. saat hujan pertama kali datang setelah sekian lama kemarau panjang yang menggersang panas, kerinduan di hati tersampaikan dengan bau tanah yang kena air hujan. guru simbolik ini mengingatkan bahwa berapapun lamanya kemarau, hujan pastinya sudah menunggu di ujung waktu berikutnya, berapa lamapun kita mendapati suasana yang sama dalam hidup kita, suasana lain juga sebenarnya sudah menunggu didepan kita, jadi nikmati kehidupan ini, karena segalanya sudah dilengkapi. terima kasih

    BalasHapus
  106. wah ane keabgian kommen yang ke ratusan kyaknya ni sob.. maaf ane jarang liat dash board...

    emm.. kangen kampung..
    sama persis waktu ane di perantauan.. tapi pas dah dikampung yah,, itu lagi.. itu lagi.. kembali mengecewakan orang tua.. :D

    BalasHapus
  107. kamu masih beruntung karena bisa diberi kesempatan untuk mengingat :D

    BalasHapus
  108. Suka hujan, saat do'a diijabah ya Mas...
    Ingat kedua orangtua juga, mari kita berdo'a untuk mereka...

    BalasHapus
  109. @(Aku Bukan) Bang Thoyib : sama2 inget ortu di kampung,trims kembali sobat,

    @Mr Nyariadi: dampak global warming hujan memdinginkan suasana:) smoga hati kuga ikut adem y sobat

    @Farixsantips: trims sobat atas kesegerannya datang kemari..:)

    @terapi qolbu : trims sobat atas kunjungan perdananya")


    @pri crimbun : gak pa2 sob , walau yg ke seratusan pun akan sy sambangi juga

    @sheno monkey : trims sobat:) masukannya


    @Yunda Hamasah :mari kita berdoa sama2 y mbak utk kedua ortu kita

    BalasHapus
  110. fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. n emank ini lah yg sy rasakan saat hujan, sama kyk Mas kahfi, Merindu...

    Rindu kpd sapa saja.., baik ayah, mantan kekasih & org2 yg sudah tak ada disisi kita lg... :(

    BalasHapus
  111. @rohis: wah sob,, ternyata bener ya,, hujan membuat rindu kalau begitu

    BalasHapus
  112. Waah,,, Hujan Kau ingatkan Aku tentang Satu Rindu... dimasa yg Lalu saat Aku masih Bersamamu..
    ^_^
    Hmm,,, Kenangan yg terlalu manis tuk terlupakan begitu saja Sob.. seandainya bisa kembali ke masa itu...

    BalasHapus
  113. suasana habis hujan itu menyenangkan...

    sejuk...

    saat yang tepat sekali untuk merenung dan membaca... persis seperti saat ini... ^_^

    BalasHapus
  114. Saat jejak hujan meniris, akan ada sinar pelangi membias nan indah..

    BalasHapus
  115. Hihi aku balas di sini ya mas.
    Hueee terharu banget sampai dibela-belain ke warnet, xixixi. Hari ini ada yang bilang ngga bisa masuk ke blogku juga selain Mas, pesan yang keluar juga sama kayak yang didapet Mas Amri.

    Aku udah googling, katanya biar urlnya bisa dibuka dan ga ada tulisan "Our systems have detected unusual traffic from your computer network", disuruh install antivirus. Lha aku pake mac, gatau mesti instal apa :-s

    Aku registernya di masterweb.net mas. Mas Amri bisa buka blog lain yang domainnya .com ga? Atau blog aku aja yang gabisa? Hihihi gapapa kok mas, kalo gabisa buka gapapa *nangis* wkwkwkwk~

    BalasHapus
  116. Akhirnya musih hujan telah tiba.

    BalasHapus
  117. kalo saya nyium aroma tanah basah jadi laper, hehehe

    BalasHapus
  118. @ Mbak Una: Sebenarnya saya juga pernah ngalami kayak di case'nya Mas Kahfi. waktu ta close kemudian ta buka lagi dah bisa..

    BalasHapus
  119. salam pak alkahfi,,

    ini pertamakalinya saya berkunjung di sini
    langsung tertarik dengan postingan ini

    *jadi teringat seseorang, yg sangat menyukai aroma tanah basah ^^

    BalasHapus
  120. Mengingatkan akan masa kecil hujan-hujanan dengan riang gembira. Yah, aroma itu akan tetap ditunggu ketika hujan datang di tanah yang kering ...

    BalasHapus
  121. Well, walaupun masa kecil gue gak ada maen hujan kayak beginian :( dan gak sama orang orangtua gue,,, tapi gue bisa ngerasain indahnya masa kecil, rasa kesepian dan kehilangan disini,, :(

    BalasHapus
  122. cuma bisa bilang luar biasa mas,salut...jadi terbayang lagi memory masa kecilku.alhamdulillah, aq sangat bersyukur masih di beri umur dan kesempatan sampai saat ini untuk membahagiakan orang2 yg aku sayangi.

    BalasHapus